Five Months After

Finally have time to write again. Today marks the end of one project and start of another one. It never ends.

This blog is becoming less maintained and is probably going to be disposed of soon. I need to research on how to back up its data, but I don’t have the time, and I’d rather be using my time doing some other research in the areas I am more interested in, such as game development.

Gotta Clean Up This Blog…

It wreaks of unmothballed wardrobe.

I guess I have been too busy to write anything outside of work in here. Moving to Singapore does have its toll on a software engineer who happens to know some Linux tinkering, as well as playing a few musical instruments.

In the next few months, I will be pushing myself to the limits with studying the proprietary programs of my company. I can only hope that it will not be long before I write another post.

Orang-orang di MRT

Hampir sebulan di Singapore. Perpindahan ke budaya yang notabene asing buat saya, walaupun sama-sama bermata sipit dan berkulit kuning.

Setiap hari berdesak-desakan di MRT North-East line; betul-betul merasa seperti sarden kalengan yang kalengnya dipasangin roda. ‘Just like the other less-fortunate 4.5 million people in Singapore who can’t possibly afford a car… because the COE alone costs half my house in Indo!’

Sering udah makan dan memesan ‘ban mian ah!’, kemudian dilanjutkan dengan ‘teh O kosong!’ atau ‘teh ci!’ kalau hari itu sedang suntuk bukan main.

Orang-orang di MRT (dan sepertinya Singapore pada umumnya) ini jauh lebih sering berada dalam ‘lingkaran’ dirinya masing-masing. Seringkali yang duduk di kursi ‘reserved’ pura-pura tidak tahu ada yang hamil, membawa anak, atau yang sudah berumur. Di tempat kerja pun tidak ada ngobrol-ngobrol. Must deliver lah!

Kalau bukan karena ada visi dan misi, saya mungkin sudah tinggalkan tempat ini dan balik kampung hehehe… jauh dari istri bukan hanya mengakibatkan perpusingan karena kangen, tapi juga banyak kegiatan administratif yang terhalang jarak (karena mengasumsikan bahwa suami dan istri selalu tinggal bersama!)

Dakwah Hosting IIX (Pengalaman Menggunakan server berbasis IIX) dan Perpindahan ke Negeri / Pulau Seberang

Anda punya hosting di IIX? Perhatikan kelemahan ini…

Saya ada hosting di IIX dan saya baru pindah ke Singapore belakangan ini. Ternyata akun hosting tersebut sulit sekali diakses dari sini. Ujung berujung, ternyata IIX memang ditujukan untuk pemakaian dalam negeri, dan alokasi bandwidth ke luar negeri (termasuk Singapore) tidak begitu baik.

Wah, coba kalau tahu dari dulu, saya lebih baik mencari-cari hosting yang ada di Singapore; akses dari Indonesia cepat, dan akses dari luar negeri manapun juga cepat (Singapore bandwidth-nya besar ke mana-mana).

Kalau mau dipindah, sayang juga, masih ada 6 bulan lagi kontraknya… ahh rugi deh…

-

Oh ya, sampai lupa. Bulan lalu saya benar-benar disibukkan oleh fakta bahwa saya akan berpindah ke Singapore karena dipanggil oleh pekerjaan baru. Ini posting saya pertama dari Singapore :)

-

Negara yang unik, Singapore itu. Banyak penduduknya yang sama-sama bermata sipit seperti saya, tapi di antara saya dan mereka seperti ada tembok yang tak terlihat, karena walaupun bahasa resmi di pekerjaan adalah English, namun dalam pergaulan sehari-hari, karena 70% warga Singapore adalah keturunan Cina, maka Cung Wen sangat populer dalam pergaulan sehari-hari.

Saya sih bisa survive untuk sekarang, tapi untuk ke depannya harus banyak belajar bahasa baru ini nih, supaya tidak dikucilkan…

-

Tapi, minimal makanan di sini enak-enak juga :D coba lihat foto-foto selama seminggu terakhir:



Typical Hainan chicken rice


Mixed rice – dengan ayam goreng, tim telur dan cah sawi putih


Laksa – konon merupakan favoritnya peranakan, hasil mutasi dari dua peradaban yaitu Melayu dan Cina. Eh, ada Teh Botol numpang lewat! Teh Botolnya beli di Lucky Plaza, di toko http://belanja.com.sg/


Ban mian – mie gepeng kuah


Vegetarian rice at Punggol Plaza – kembang tahu, tahu, sayur dan sambal. Menurut informasi dari tuan rumah, tempat vegetarian ini cukup tersohor di Singapore, terutama yang dari kalangan vegetarian.

Sayangnya untuk sebagian orang Indonesia, tempat ini kurang accessible karena sebagian besar makanan di sini tidak disertifikasi halal.

Del.icio.us :

Calon Pekerja Teknologi Informasi

http://rahard.wordpress.com/2011/05/22/mahasiswa-yang-hanya-kuliah-saja/

Tergelitik saya membaca tulisan Pak Budi Rahardjo beberapa hari yang lalu. Beliau adalah dosen electrical engineering di ITB, salah satu universitas di Indonesia yang sangat besar namanya dalam kancah perkembangan teknologi di Indonesia. A very smart and intelligent man, and a fellow Canadian-educated Indonesian (though he is my senior by 15+ years I think) :D

Banyak sekali mahasiswa jurusan TI yang hanya membuat tugas dari kampus, tapi di luar tugas-tugas kuliahnya mereka tidak menyentuh komputer sedikit pun (Facebook dan Twitter tidak dihitung lho!).

Saya sendiri pun termasuk yang ber-’dosa’ dalam hal ini – pada waktu kuliah, saya lebih senang mengoprek Linux daripada mengerjakan tugas sekolah. Saya terus terang baru kembali tertarik programming ketika mengerjakan proyek game engine menggunakan C / C++ (yang notabene karena banyak hal akhirnya jadi proyek ‘abadi’). Ini terjadi kurang lebih 2-3 bulan SETELAH saya lulus B.Sc. – agak terlambat, tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, kan? :D

Saya punya satu ‘anak didik’ (saya hanya membantu dia mengerjakan tugas-tugas kuliahnya) – saya seringkali menyarankan agar dia mengerjakan sesuatu di luar jam-jam kuliahnya, daripada berusaha jual-jualan kosmetik merk tertentu. Tapi koq sepertinya tidak mempan… Mudah-mudahan dia cepat sadar dan tidak mengulangi kesalahan yang saya lakukan.

Libur di Indonesia

Hari libur di Indonesia sebenarnya menurut saya sangat banyak, bahkan bisa dibilang kelewat banyak. Kalau dijumlahkan tanpa cuti bersama saja sudah 13 hari (2011) – kalau tidak salah, tahun 2009 ada 16 hari. Belum lagi hari-hari libur yang notabene tidak terlihat di kalender biasa:

  • Cuti bersama perusahaan, yang setiap tahunnya bisa mencapai 4 hari atau lebih – dan terkadang ditambah dengan cuti bersama yang dihimbau pemerintah.
  • Harpitnas alias hari kejepit nasional – hari Senin atau Jum’at di antara hari raya nasional dan hari Sabtu/Minggu, dan hari-hari menjelang dan sesudah idul fitri / natal.
  • Hari libur lokal – terutama di domisili saya di Bali; hari raya Galungan kantor-kantor biasanya tutup, jadi liburlah pulau ini. Galungan memberikan 2 hari libur tambahan.

Kalau dijumlahkan semuanya, berarti setiap tahun saya mungkin libur lebih dari sebulan… he he he…

Sebagai perbandingan, di Singapura libur nasional ada 10 hari. Di Amerika: 11, Kanada: 11, Australia (SA): 11. Biasanya di negara-negara maju ini, diatur juga agar hari-hari libur ini jatuh pada hari Senin atau Jum’at, jadi jarang sekali terdengar ‘weekend 4 hari’.

Ya, inilah berkat sekaligus kutukan bagi bangsa Indonesia yang majemuk dan (katanya) saling bertoleransi: akhirnya jadi kebanyakan libur :D

Ganti Wallpaper

Pagi ini teringat sebuah pesawat yang serba-bisa, Hercules. Tiba-tiba terinspirasi untuk mencari gambar di Internet, untuk mengganti wallpaper sebelumnya yang notabene agak-agak abstrak (gambar planet-planet tidak jelas).

hercules-dirt-strip-1024px (Small).jpg

Si Hercules ini dibuat oleh Amerika, dan Indonesia punya beberapa, termasuk versi bersenjatanya (AC-130) dan versi tankernya (KC-130B). Hercules, pesawat serba-bisa, bisa mengangkut penumpang, bensin, maupun mobil, atau jadi pesawat penyerang dengan persenjataan lengkap. Banyak pesawat jenis lain yang sudah ditawarkan kepada dunia, tapi Hercules masih dioperasikan banyak negara di dunia. Tingkat reliability dan durability yang tinggi adalah keunggulannya.

Andaikan di software ada framework semacam Hercules… kalau tetap ingin memakai ‘Hercules’ nya software, mungkin akan ketinggalan jaman.

Nasi Goreng Kuah

Aneh kali ya? Tapi nyata:

IMAG0064 (Small).jpg

Kreasi istri hari ini saya sedikit salahgunakan, demi menghemat piring… hihihi… tapi tetap enak koq. Bumbu nasi goreng yang super kuat ternetralisir oleh kuah bayam yang segar.

Hari Rabu kemarin bolos posting, hari Kamis juga bolos, baru hari ini bisa posting lagi. Maklum kalau lagi coding trance harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pekerjaan… hehehe…

Sekarang saya mau menyeberang ke tempat istri untuk mengambil obat sariawan. Sudah seminggu nih sariawan, mungkin karena banyak menemani tamu-tamu makan. Macam ikan bakar, babi guling, pokoknya yang enak-enak, tapi tidak sehat! Welcome to Bali, friends! :D

Cepatnya Perputaran Dunia

Perasaan baru beberapa minggu yang lalu meng-upgrade WordPress di website ini. Sekarang sudah naik satu versi minor. Cepat sekali dunia berputar.

Hari ini genap hampir seminggu ada tamu-tamu di rumah kami. Sibuk sekali memang, tapi senang juga dikunjungi dari tempat jauh-jauh.

Singkat saja, nanti malam mungkin di-update lagi.

Teh ‘Tarik’ Amatiran

IMAG0059 (Large).jpg

Teh ‘tarik’ buatan sendiri, pakai susu bubuk, gula (seharusnya pakai susu kental manis, tapi berhubung di kantor hanya ada susu bubuk dan gula, harus sedikit improvisasi :) ), dan teh Lipton yellow label.

Tentunya tidak di-’tarik’, saya bukan pembuat teh tarik :D – tapi kalau ada waktu, iseng-iseng boleh juga dipelajari teknik ‘tarik’-nya itu. Sekalian olah raga.

Mau?